Bagaimana Cara Terapi Osteoarthritis | Sakit Sendi ?

Terapi Osteoarthritis

terapi osteoarthritis

Terapi Osteoarthritis, pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan seputar bagaimana cara terapi osteoarthritis. Karena tidak sedikit jenis penyakit ini sering terjadi pada orang tua diatas usia 55 hingga 70 tahun. Tidak hanya menyerang orang tua, penyakit ini pun bisa terdapat pada usia dewasa yang memiliki berat badan berlebih.

Sebelum membahas cara terapi Osteoarthritis  ada baiknya untuk memahami pengertian, faktor dan penyebab serta ciri-ciri dari Osteoarthritis dibawah ini, agar lebih terasa faham dan mengerti.

Baca juga :

 

Apa itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah suatu kondisi dimana seseorang merasakan sakit, kaku dan bengkak  pada setiap sendi-sendi. Biasanya hal ini terjadi pada tangan, tulang belakang, pinggul, paha dan lutut. Dalam hal ini juga tidak menutup kemungkinan semua sendi bisa terserang oleh penyakit ini.

Apa saja faktor penyebab Osteoarthritis ?

Dalam sebuah kasus biasanya, tulang rawan mengalami kerusahan secara perlahan. Kerusakan yang terjadi menyebabkan tekstur yang licin dari tulang rawan menjadi kasar dan seiring waktu tulang akan bertabrakan yang akhirnya sendi pun akan terpengaruhi.

Inilah beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit Osteoarthritis :

  1. Usia. Resiko terdampak dari penyakit ini sering terjadi ketika usia lebih dari 50 tahun.
  2. Cacat Tulang.
  3. Aktivitas Fisik. Aktivitas penekanan yang terserus menerus pada suatu titik tertentu.
  4. Obesitas. Berat badan berlebih menjadikan resiko Osteoarthritis lebih besar.
  5. Cedera Pada Sendi. Bekas atau pernahnya cedera pada sendi ini menyebabkan resiko Osteoarthritis  lebih besar.
  6. Wanita. Lebih mudah terkena Osteoarthritis  dari pada pria.
  7. Menderita Peradangan Sendi lainnya. 

Ciri-ciri Gejala Osteoarthritis

Secara umum biasanya penyakit Osteoarthritis  ini berkembang secara perlahan dan akan menjadi parah seiring waktu, rasa sakit nyeri dan kaku pada sendi ciri utama pada Osteoarthritis. Diperparah dengan aktivitas yang ekstrem seperti olahraga biasanya malah memperburuk keadaan sendi pada saat awal terasa sakit atau nyeri. Rasa kaku juga biasanya terjadi diawal bangun dipagi hari, dan akan menghilang ketika sendi mulai memanas atau banyak bergerak secara perlahan.

Ada pun ciri lain diantaranya ketika penderita mengalami Osteoarthritis dibagian tangan atau dibagian lainya, ciri nya adalah seperti:

  • Adanya sensasi suara gesekan antar sendi ketika digerakan.
  • Muncul benjolan dan bengkak disekitar jari.
  • Jari terlihat bengkok dan muncul benjolan kista dibelakangnya.
  • Otot melemah dan masa otot berkurang

Gejala seperti diatas bisa timbul dan hilang dengan sendirinya. Apabila gejala tersebut tidak kunjung reda adabaiknya segera menghubungi dokter dan mengkonsultasikan nya.

Cara Terapi Osteoarthritis

  • Cara pertama dalam melakukan terapi Osteoarthritis  adalah dengan memastikan penyakit atau rasa sakit yang terjadi pada sendi ini disebabkan oleh Osteoarthritis terlebih dahulu. Caranya adalah dengan mendiagnosa jenis rasa sakitnya dan memeriksakannya ke dokter. Biasanya diagnosis Osteoarthritis umumnya meliputi pemeriksaan fisik pada sendi yang terserang. Hal ini juga berguna untuk mengetahui seberapa parah penderita mengidap penyakit ini.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang sudah diberikan resepnya oleh dokter. Supaya lebih terjaga kadar penggunaannya.
  • Menjalani Fisiotrapi dan terapi okupasi.
  • Menggunakan alat bantu khusus untuk mengurangi rasa sakit pada sendi.
  • Turunkan berat badan apabila berlebih.
  • Gunakan Krim antinyeri
  • Lakukan olahraga ringan supaya sendi memanas secara perlahan.

Cara mencegah Osteoarthritis

Penderita dalam menimalisir terjadinya Osteoarthritis  dengan melakukan pencegahan, hal ini dilakukan agar penderita tidak mengalami hal yang lebih buruk seperti komplikasi yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan lainnya. Lakukan lah hal berikut untuk mencegah Osteoarthritis :

  1. Menjaga berat badan agar ideal dan tidak obesitas.
  2. Menjaga postur tubuh pada saat duduk berdiri atau berbaring.
  3. Melakukan peregangan otot sesering mungkin.
  4. Lakukan Olahraga secara rutin.

 

 

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *