Hak dan Keutamaan Para Sahabat Rasulullah

Hak-Hak Para Sahabat

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الغفور الرحيم و صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Alhamdulillah padakesempatan kali ini penulis akan menyampaikan beberapa point mengenai hak yang dimiliki para sahabat Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam yang penting sekali kita ketahui.

Diantara hak para sahabat Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dijadiakannya sumber ilmu, mengapa demikian ? selengkapnya penulis akan jabarkan dalam artikel ini yuk kita simak!

Jabatangan Sahabat-qaritsa.net

Definisi Sahabat

Sahabat adalah orang yang pernah berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Muslim dan Wafat dalam keadaan seperti itu pula.

Keutamaan Para Sahabat dan Hak mereka

Para sahabat adalah sebaik-baik manusia, mereka adalah ummat pilihan dan manusia terbaik setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wajib hukumnya berluyal kepada mereka, demikian juga meletakan mereka pada kedudukan yang semestinya. Mencintai mereka hukumnya wajib atas setiap muslim, mencintai mereka adalah agama, keimanan dan salah satu bentuk ibadah kepada ar-Rahman, sementara membenci mereka adalah kekufuran.

Mereka adalah pemangku agama ini, maka mencela mereka sama saja dengan mencela agama ini, karena Islam ini sampai kepada mereka melalui mereka, dan sebelumnya mereka mendapatkan Islam secara langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka membawakannya kepada kita dengan penuh ke ikhlasan dan amanah, mereka menyebarkan agama ini ke seluruh penjuru dunia, hingga pada saat itu manusia berbondong-bondong masuk kedalam agama Islam.

Baca Juga: Nikmat dan Azab Sebab Perbuatan Sendiri

Dalil dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Keutamaan Mereka

Al-Qur'an-qaritsa.net

Dalil al-Qur’an

Allah Subhanahu wa ta’ala telah memuji  para sahabat, Allah meridhai mereka dan menjanjikan mereka dengan surga, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (At-Taubah [9] ayat 100).

Baca Juga: Beasiswa Hamad bin Khalifa

Dalam ayat lainnya Allah Subhanhu wa ta’ala berfirman:

لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon”. (Al-Fath [48] ayat 18).

Dalam ayat lainnya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

لِلْفُقَرَآءِ ٱلْمُهَٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِمْ وَأَمْوَٰلِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ(8

وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ(9

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ(10

(juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Merka itulah orang-orang yang benar. Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudar kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau memberikan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.(Al-Hasyr [59] ayat 8-10).

Faidah

Ayat-ayat di atas menunjukan keutamaan para sahabat, pujian bagi mereka dari kalangan Muhajirin dan Anshar, Ahli Badr dan orang-orang yang berbaiat di bawah pohon, juga keutamaan bagi setiap orang yang mendapatkan gelar sahabat, dan mereka pun berdo’a agar tidak ada kedengkian dalam hati mereka terhadap orang-orang yang beriman.

Demikian pula ayat-ayat yang lainnya mengandung keridhaan, kabar gembira bagi mereka, dan sungguh mereka mendapatkan keuntungan yang sangat besar, juga mengandung pujian dan penuturan sifat mereka; cinta, dermawan, dan lebih mementingkan saudara mereka, juga pembelaan mereka terhadap agama, dan sifat-sifat mulianya.

Hadist yang Bersangkutan

Nabi pun shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memuji mereka dalam banyak hadist, diantaranya:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang ada di zamanku, kemudian yang datang setelahnya, kemudian yang datang setelahnya”. (Al-Bukhari dengan al-Fath (VII/3), hadist no: 3649).

Banyak hadist yang memuliakan para sahabat baik berbentuk umum maupun khusus, oleh karena itu setiap muslim wajib mengamalkan seluruh dalil tersebut dan berloyal kepada para sahabat, mencintai, dan mendoakan kebaikan kepadanya.

Hukum Mencela Sahabat

mencel-qaritsa.net

Sebagaimana kita ketahui bahwa, para sahabat adalah manusia terbaik diantara umat ini setelah Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka adalah para sahabat.

Barang siapa mencela atau merendahkan mereka, maka ia adalah seburuk-buruknya mahluk, karena perbuatan itu mengandung arti melawan seluruh sendi agama.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

“Janganlah kalian mencela seorangpun dari sahabatku, seandainya salah seorang berinfaq dengan emas sebesar Uhud, maka niscaya dia tidak akan sebanding dengan satu mud pun infaq yang mereka berikan, bahkan setengahnya pun tidak”.(Al-Bukhari (VI/191), dan Muslim: Kitab Fadhallus Shahabat (haist no: 2540,2541).

Faidah

Hadist di atas menunjukan tentang tidak bolehnya mencela para sahabat Rasululluh, dengan penegasan amal kita tidak akan pernah sebanding dengan amal mereka.

Pendapat Ahlu Sunnah Tentang Para Sahabat

Ahlu Sunnah dalam menyikapi para sahabat yaitu menenga antara Gulat (berlebihan) dan Jupat (lalai), tidak berlebihan dan juga tidak lalai seperti yang dilakukan kaum Khawarij dan Rafidhah.

Umar bin Abdul Aziz berkata: “Mereka adalah kaum, yang Allah telah mensucikan tangan-tangan kita dari darah mereka, maka bersihkanlah lisan kita (jangan merusak) kehormatan mereka”.

Ringkasnya: Ahlu Sunnah memberikan loyalitas kepada seluruh Sahabat Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam dan menempatkan mereka dengan adil bukan dengan hawa nafsu atau sikap fanatik, karena sikap tersebut termasuk kedazhaliman:

فَمَا ٱخْتَلَفُوٓا۟ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ

Maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka”. (Al-Jatsiyah [45]: ayat 17).

 

Referensi

Muslim.or.id
Yufid.com
Almanhaj.or.id

 

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *