Nikmat dan Azab Sebab Perbuatan Kita Sendiri

Nikamat dan Azab

qaritsa.net

Balasan Bagi yang Beramal Shalih

Imam asy-Syafi’i rhimahullah berkata:

“Sungguh Allah Subhanahu wa ta’ala membalas para hamba dengan sebab amal mereka”.

Penjelasan:

Ini merupakan salah satu wasiat di antara dalil ayat berikut:

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى (39) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى (40) ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الأوْفَى (41

“Dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwausaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberikan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (An-Najm [53] ayat 39-41).

“Sebagaimana seseorang tidak menanggung dosa orang lain, maka diapun tidak mendapatkan pahala kecuali sesuai dengan usaha yang telah ia lakukan untuk dirinya sendiri”. (Tafsir al-Qur’an al-Azhim).

Baca Juga: Keistimewaan Ayam Jago Dalam Islam

Masuk Surga Murni Rahmat Allah

Seseorang masuk ke dalam Surga itu murni berdasarkan Rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala, Imam al-Barbahari rahimahullah berkata:

“Dan ketahuilah bahwa,tidak seorang pun masuk Surga kecuali dengan Rahmat Allah”. (Syahrus Sunnah)

Itu dikarenakan sesempurna amalan seseorang pun ia tidak akan mampu mengalahkan maupun menandingi nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang di berikan kepadanya, bukankah amal shalih yang ia kerjakan merupakan taufiq dari Allah, bukankah itu salah satu nikmat besar yang Allah berikan?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

“Tidak seorang pun yang amalannya dapat memasukannya ke Surga.”
Para sahabat bertanya, 
“Tidak juga engkau wahai rasulullah?” Beliau bersabda, “Tidak pula aku kecuali aku senantiasa dicurahkan oleh Allah keutamaan dan Rahmat”. (Sahih di riwayatkan oleh al-Bukhari (5673) dan Muslim(2816).

Dan faidah yang kita ambil dari pelajaran di atas yaitu, tentang tidak bolehnya sombong, ujub atas amal yang kita lakukan, karena sungguh tidak mampu seseorang beribadah melainkan karen pertolongan Allah.

Penyebab Azab Allah Turun

Demikian pula adzab, Allah subhanahu wa ta’ala tidak menghukum seseorang kecuali karena perbuatannya sendiri, Imam al-Barbahari rahimahullah berkata:

“Dan tidaklah Allah menyiksa seseorang kecuali karena dosa-dosanya dan sesuai dengan kadar dosa-dosa tersebut”. (Syahrus Sunnah).

Allah tidak akan meng adzab seseorang kecuali karena dosa-dosanya,karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan mendzhalimi seorang pun, Allah berfirman:

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasannya Allah sekali-kali tidak menganiyaya hamba-hamba-Nya”. (Ali Imran [3] ayat 182).

Baca Juga: Rahasia Seputar Ilmu dan Hidayah

Syaikh as-Sa’di rahimahullah ketika menjelaskan ayat di atas:

“Adzab yang mereka dapatkan sama sekali bukan kezhaliman Allah kepada mereka, karena Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak berlaku zhalim kepada hamba-Nya, Allah Subhanahu wa ta’ala di sucikan dari sifat tersebut. Semua itu (siksaan) adalah karena perbuatan buruk yang mereka lakukan sehingga mereka berhak mendapatkan azab dan terhalang dari pahala”. (Taisiru Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan).

Faidah yang Bisa di Ambil

Pelajaran penting di atas yaitu, semua perbuatan yang kita lakukan adalah benar-benar kita yang telah melakukannya, olehkarena itu jika seseorang melakukan keburukan lalu Allah menghukumnya itu di sebabkan karena perbuatan dosa seorang hamba yang berimbas pada di hukumnya hamba tersebut, maka itu adalah ke adilan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Adapun jika seorang hamba di masukan ke dalam Surga itu karena murni karunia dari Allah Subhanahu wa ta’ala, dan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan bisa di bayar dengan seluruh amal kebaikan kita.

Dan jika Allah meng azab seluruh hamba-Nya, maka itu sama sekali bukan kezhaliman, Imam al-Barbahari rahimahullah berkata:

Sendainya Allah menyiksa seluruh penghuni langit dan bumi, yang baik maupun yang buruk, maka Allah tidak berlaku zhalim kepada mereka. Tidak boleh dikatakan bahwa, Allah Subhanahu wa ta’ala berlaku zhalim, karena yang zhalim adalah mengambil segala sesuatu yang bukan miliknya, sementara bagi Allah Subhanahu wa ta’ala seluruh makhluk dan segala urusannya; seluruh makhluk adalah milik Allah dan seluruh negri adalah milik-Nya, Allah Subhanahu wa ta’ala tidak ditanya tentang apa yang dia lakukan kepada makhluk-Nya, juga tidak dikatakan bagi Allah, “Kenaoa dan Bagaimana?” seorangpun tidak boleh ikut campur dalam urusan Allah dengan makhluk-Nya”. (Syahrus Sunnah).

 

Refernsi:
Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *