Tauhid Adalah Dakwahnya Para Nabi dan Rasul

Tauhidlah Yang Terpenting

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الغفور الرحيم و صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

qaritsa.net

Apa itu Tauhid?

Secara bahasa Tauhid artinya menjadikan satu.

Adapun secara istilah adalah: ” Keyakinan yang kuat bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Rabb segala sesuatu dan rajanya dialah Allah yang maha pencipta, yang maha memberikan rizki yang menghidupkan dan mematikan, dan hanyalah Allah yang berhak untuk diibadahi untuk tunduk kepadanya juga dengan segala macam bentuk ibadah dan dialah Allah yang disifati dengan sifat kesempurnaan lagi dibersihkan dari segala kekurangan dan kecacatan”(As’ilah wal Ajwibah al Ushuliyyah ‘alal Aqidah).

Dari definisi diatas bisa disimpulkan bahwa beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ditunaikan dengan mewujudkan tiga macam Tauhid;  tauhid rububiyyah, Uluhiyyah, dan Asma wa Shifat.

Diantara dalilnya adalah :

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَٱعْبُدْهُ وَٱصْطَبِرْ لِعِبَٰدَتِهِۦ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُۥ سَمِيًّا

“Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” (Surat Maryam [19] ayat 65).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Menciptakan Kita            Untuk Mentauhidkannya

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. ( Surat adz-Dzariat [51] ayat 56) makna mengabdi yaitu mentauhidkan Allah.

Tauhid itu landasan Amal

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (Surat an-Nahl [16] ayat 97).

Syaikh as-Syinqithy berkata:

“Ketiga imanan tersebut harus dibangun di atas landasan aqidah yang benar, karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Barangsiapa melakukan amal saleh laki-laki maupun perempuan dan dia beriman…”, dalam ayat tersebut dibatasi dengan kata iman”. (Adawul Bayan II/440-Syamilah).

Baca Juga: Percakapan Bahasa Arab Shalat 5 Waktu

Orang yang Mentauhidkan Allah Dijamin Masuk Surga

Di dalam sebuah Hadis Qudsi Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Wahai anak Adam seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan-Ku sedikitpun maka akupun akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi”. (Sahih di riwayatkan oleh at-Tirmidzi).

Tauhidlah yang Pertama Kali Mesti Diajarkan

Jundub bin Abdillah radhiallahu Anhu berkata:

عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا

Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata,” kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an”. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Baca Juga: Keteladanan Seorang Pendidik Dalam Mendidik

Talqini Orang yang Sakaratul Maut Dengan Kalimat Tauhid

Dianjurkan bagi orang yang hendak meninggal, agar ditalqin  dengan kaliamtu Tauhid oleh mereka yang ada di sekitarnya.

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,

لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّه

Lakukanlah talqin untuk orang yag mau meninggal di tengah kalian, agar mengucapkan “laa ilaaha illallaah.” (HR. Muslim 2162, Nasai 1837 dan yang lainnya).

Tujuan disyariatkan talqin, agar kalimat terakhir yang terucap dari mayit adalah kalimat laa ilaaha illallaah..

Dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Siapa yang kalimat terakhirnya laa ilaaha illallaah maka akan masuk surga.” (HR. Ahmad 22684, Abu Daud 3118 dan yang lainnya).

Tauhid Jaminan Kejayaan Umat Muslim

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Surat an-Nur [24] ayat 55)

 

Referensi

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *